15 - 12 - 2011
Ku biarkan jemariku memainkan tuts piano usang di gedung pertunjukkan kampus
sembari membaca secarik partitur yang tertata rapi namun mulai menguning
pada akhirnya terangkailah nada demi nada terpadu dalam alunan musik yang harmoni
yang menyebabkan hati ini bergetar
tak terasa air mataku menetes saat memainkannya
sebuah lagu tentang penantian
semakin aku larut dalam alunan nada yang ritmis
membangkitkan kenangan tentangmu
orang yang sangat aku sayangi
memori tentangmu menyeruak membuat mataku terpejam
mengingat satu persatu serpihan ingatan tentangmu
merangkainya lagi agar tertata rapi dalam otakku
pikiranku melayang meninggalkan logika yang ada
membayangkanmu kembali datang kepadaku
menyambutku dengan senyuman indah
wajahmu masih terlukiskan jelas dalam ingatan ini
semakin aku memainkan lagu ini
semakin banyak memori tentangmu yang muncul
hitam dan putih tentangmu...
tak terasa tetesan air mata ku semakin banyak berjatuhan
membasahi tanganku yang bergerak bebas memainkan tuts piano
tak pernah ku rasakan sebelumnya
kehilangan yang seperti ini
kusesali semua hal yang terjadi
saat lagu akan mencapai akhir
ku percepat tempo permainanku
otak, hati, dan tanganku saling berkoordinasi
menuju akhir...
setelah selesai memainkan lagu itu
aku terdiam sejenak memandangi gedung pertunjukkan yang kosong
berkhayal jika saat itu kau ada di sampingku
mendengarkan musik yang aku mainkan
mungkin kau akan mengetahui apa yang aku rasakan saat ini
Tuan putri sungguh aku katakan kepadamu
aku merindukanmu
senyumanmu
candaanmu
tawamu
sikap manjamu
aku merindukan semua tentangmu
Jika masih ada kesempatan untukku
akan ku lakukan semua yang belum sempat ku lakukan
meski harus menanti hingga hari itu datang
akan ku lakukan
Tuan putri..
semua tentangmu akan aku simpan dalam sebuah wadah khusus
bukan di otakku
namun di hatiku...
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

speechless :o
BalasHapus